23/05/2024

Month: December 2020

Hari Perkebunan Nasional (HARBUNAS) Ke 63 di Musi Banyuasin

Sebagai lembaga Pusat Unggulan Iptek Nasional, Pusat Penelitian Karet ikut berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Perkebunan Nasional (HARBUNAS) ke-63 tahun yang diadakan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin pada tanggal 17 Desember 2020. Kegiatan yang bertema “OPTIMALISASI EKSPORT PERKEBUNAN DALAM UPAYA PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL” yang diadakan di Gedung Opp Room, Sekayu, Musi Banyuasin, dibuka oleh Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Bapak Dr. H. Dodi reza Alex Noerdin yang didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin Akhmad Toyibir, S.STP, MM.

Pada kesempatan tersebut Pusat Penelitian Karet telah mempromosikan produk-produk hasil inovasi penelitian unggulan diantaranya adalah bibit karet unggul klon seri IRR, produk sarana produksi pembeku lateks (Deorub) dan formula berbasis bahan nabati (Antico F-96) yang bermanfaat sebagai pengendali gangguan KAS pada tanaman karet serta informasi inovasi yang sudah dituangkan dalam bentuk publikasi buku pedoman teknis budidaya karet, booklet, leaflet dan standing banner.

Pada saat kunjungan ke stand Pusat Penelitian Karet, Bupati Musi Banyuasin menyampaikan apresiasi kepada Pusat Penelitian Karet yang telah berkontribusi menghasilkan teknologi untuk kemajuan perkebunan karet di Kabupaten Musi Banyuasin dan sumatera Selatan khususnya serta Indonesia secara umum. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa teknologi aspal karet yang saat ini sedang diterapkan di kabupaten Musi Banyausin diharapkan mampu menyerap produksi lateks rakyat dan memberi nilai tambah buat petani karet.

Kerjasama Penelitian

CONOCOPHILLIPS, INDONESIA

ConocoPhillips Indonesia (COPI) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Karet Sembawa telah menerapkan konsep CSR yang berkesinambungan dalam bentuk pengembangan komoditas karet bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Sejak tahun 2002 Sampai tahun 2006, jumlah petani karet yang telah dibina oleh COPI pernah mencapai 419 orang yang tersebar pada 16 desa di Provinsi Sumatera Selatan dan 8 desa di Provinsi Jambi. Namun sejak tahun 2007, sebanyak 4 desa yaitu desa Babat Banyuasin, Langkap, Bentayan, dan Keluang di Provinsi Sumatera Selatan keluar dari binaan COPI, karena alih kelola wilayah kerja. Dengan demikian jumlah petani bina menjadi 367 orang, yaitu 282 orang di wilayah Grissik Provinsi Sumatera Selatan dan 85 orang di wilayah South Jambi Provinsi Jambi.  Sampai tahun 2019 ConocoPhillips telah membina lebih dari 560 petani dengan membangun kebun karet seluas 720 ha, memberikan pelatihan untuk 920 petani.  Jumlah desa binaan sebanyak 20 desa, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin.

CSR ConocoPhillips Indonesia (COPI) dengan Pusat Penelitian Karet Sembawa  dilakukan melalui kegiatan:  a) Pelatihan budidaya karet & dinamika kelompok,  b) Penyediaan sarana produksi untuk pembangunan kebun karet dan penyadapan, c) Pelatihan penyadapan, pengolahan, dan pemasaran karet serta,  d) Monitoring, bimbingan dan pendampingan teknis di lapangan. Melalui program tersebut, selain petani diharapkan mampu membangun kebun karet yang baik yang dapat meningkatkan produktivitas kebun, juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya, sekaligus berdampak terhadap kemajuan tingkat perekonomian di desa.

CIRAD, PERANCIS

Rubber agroforestry Breeding Initiative for Smallholders (RUBIS PROJECT)

 

RUbis Project merupakan kerja sama penelitian konsorsium antara Pusat Penelitian Karet dengan Cirad, Perancis dan Universitas Gajah Mada. Kerjasama yang dimulai pada tahun 2021 sampai 2023 tersebut mendapat pendanaan dari Agropollis Foundation, Perancis. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mempelajari semua aspek parameter yang akan digunakan sebagai dasar dalam seleksi calon klon-klon karet unggul baru. Sebanyak 55 orang peneliti dari ketiga instutusi tersebut dengan berbagai keahlian seperti social ekonomi, agronomi, pemulia, fisiologis, molekuler dan proteksi tanaman bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.

Informasi lengkap Kerjasama RUbis Project dapat dilihat pada link https://www.rubis-project.org

 

Selain RUbis Project, Pusat Penelitian Karet telah melakukan berbagai topik penelitian yang bekerja sama dengan Cirad, Perancis yang telah dimulai dari tahun 2003 hingga saat ini seperti yang tercantum pada Tabel berikut :

 

2012 – 2021

:

Genome and genetic Analysis of tapping Panel Dryness

2016 – 2021

:

Field of In Vitro Plant Acclimatization Project

2012 – 2014

:

Functional analysis of HbERF-IXc4 and HbERF-IXc5 genes in Hevea brasiliensis, two potential orthologs of ERF1 from Arabidopsis

2010 – 2013

:

Physiological and molecular bases of latex production and tolerance to harvesting stresses in polyclonal trials

2009 – 2014

:

Regulation of the ethylene response factors

2006 – 2010

:

(1) Transfer of the microcutting technique from CIRAD and production of rootstock clone material.

(2) Establishment of molecular and physiology laboratory at Sembawa RC, and study of ethephon on latex production and TPD

2003 - 2005

:

Regulation of the ethylene biosynthetic pathway in Hevea

RIKEN, JEPANG

The Multiple Approaches to Manage Pestalotiopsis Leaf Fall Disease Attacking Rubber Plantation in Indonesia (SATREPS PROJECT)

Kerjasama penelitian ini mendapatkan sumber pendanaan dari JICA, Jepang melalui Kementrian Riset dan Teknologi Indonesia. Penelitian dilakukan pada tahun 2021 – 2023 dan bertujuan untuk mencari metode terbaik dalam pengendalian penyakit gugur daun Pestalotiopsis yang menyerang tanaman karet di Indonesia dan berbagai negara penghasil karet alam lainnya, melalui berbagai pendekatan baik dilaboratorium maupun dilapangan. 

YOKOHAMA, JEPANG

Study Molecular Properties of Latex from Several Rubber Clones and Species

 

Penelitian ini merupakan Kerjasama Pusat Penelitian Karet dengan Yokohama dan Riken, Jepang. Kerjasama dilakukan untuk mempelajari perbedaan karakteristik lateks dari berbagai jenis klon dengan umur yang berbeda, dan informasi tersebut akan digunakan sebagai dasar pemilihan kesesuaian lateks klon dengan produk yang akan dibuat. Kerjasama penelitian dilakukan mulai tahun 2019 sampai 2021.

PT. ROYAL LESTARI UTAMA

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Pestalotiopsis

 

Kerjasama penelitian bertujuan untuk mencari metode terbaik untuk mengendalikan serangan penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Penelitian dilakukan di Kebun PT. Royal Lestari di Sarolangun, Provinsi Jambi yang dilakukan pada tahun 2020.

PT JAYA TRADE INDONESIA

 

Bekerja sama dengan PT. Trade Jaya Indonesia dan Pemerintah Daerah kabupaten Banyuasin, Pusat Penelitian Karet telah melakukan pengembangan dan penerapan teknologi aspal karet.

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

Penelitian dan pengembangan Perisai Radiasi Pengion Berbasis Bahan Karet

 

Kerjasama penelitian bertujuan untuk mengembangkan metode  aplikasi teknologi nuklir pada material berbasis karet. Kerjasama mulai dilakukan pada tahun 2020.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA (BMKG)

 

Kerjasama Pusat Penelitian Karet dengan  BMKG bertujuan untuk meningkatkan sinergi, efisiensi dan kualitas penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi hilir karet untuk mendukung bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Kesepakatan Kerjasama ditandatangani pada tahun 2020.

PUSAT PENELITIAN METALURGI DAN MATERIAL – LIPI

Kerjasama bertujuan untuk melakukan penelitian, pengembangan dan penerapan nanoteknologi dalam bidang pra panen dan pasca panen komoditas tanaman karet. Kerjasama mulai dilakukan pada tahun 2020.

PT. BUKAKA FORGING INDUSTRIES

Kerjasama Pusat Penelitian Karet dengan PT. Bukaka Forging Industries dilakukan untuk mendiseminasikan teknologi manufaktur produk karet bantalan tahan gempa di industry barang jadi karet. Kerjasama mulai dilakukan pada tahun 2020.

INOVASI TEKNOLOGI UNTUK RAKYAT

INOVASI TEKNOLOGI UNTUK RAKYATPada tanggal 2 Desember 2020, Pusat Penelitian Karet bekerja sama dengan SKK Migas - ConocoPhillips (Grissik) Ltd. (CPGL), mengadakan webinar. Webinar ini merupakan bagian dari kegiatan pembinaan petani di wilayah kerja CPGL pada kondisi Pandemi Covid 19. Webinar diikuti oleh sebanyak kurang lebih 40 orang petani bina CPGL mulai dari Angkatan 2013 – Angkatan 2019. Tema yang diangkat pada webinar kali ini adalah “Peningkatan Produksi Getah Karet untuk Mendukung Pengolahan Barang Jadi”. Webinar menghadirkan dua orang pembicara dari Pusat Penelitian Karet. Pembicara pertama, Martini Aji, S.P., memberikan materi mengenai Penerapan Prinsip Dasar Penyadapan untuk Mendukung Hilirisasi Karet Rakyat. Selanjutnya pembicara kedua, Afrizal Vachlepi, S.TP., M.T., memberikan materi mengenai Hilirisasi Karet Alam berbasis Lateks. Dipimpin oleh moderator Dr. Tri Rapani Febbiyanti, diskusi berjalan dengan baik dan suasana hangat sangat terasa di antara petani bina, peserta webinar. Melalui webinar ini diharapkan petani bina dapat menerapkan prinsip penyadapan sesuai rekomendasi sehingga produksi dapat ditingkatkan. Selanjutnya dengan produksi tersebut, petani dapat menginisiasi terbentuknya unit pengolahan barang jadi karet berbasis lateks di tingkat petani.

PROGRAM BINA KARET RAKYAT (BIKARA)

Program Bina Karet Rakyat (BIKARA) merupakan komitmen Pusat Penelitian Karet untuk terus mendampingi petani dalam mendukung industri karet yang lebih baik dan berkelanjutan. BIKARA merupakan program adopsi dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dilaksanakan Perusahaan ConocoPhillips Indonesia (COPI) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Karet Sembawa (sebelumnya Balai Penelitian Sembawa). Kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2002 untuk pengembangan komoditas karet bagi masyarakat di wilayah kerja COPI.

ConocoPhillips Indonesia (COPI) bekerja sama dengan Pusat Penelitian Karet Sembawa telah menerapkan konsep CSR yang berkesinambungan dalam bentuk pengembangan komoditas karet bagi masyarakat di wilayah kerjanya.  Sejak tahun 2002 Sampai tahun 2006, jumlah petani karet yang telah dibina oleh COPI pernah mencapai 419 orang yang tersebar pada 16 desa di Provinsi Sumatera Selatan dan 8 desa di Provinsi Jambi. Namun sejak tahun 2007, sebanyak 4 desa yaitu desa Babat Banyuasin, Langkap, Bentayan, dan Keluang di Provinsi Sumatera Selatan keluar dari binaan COPI, karena alih kelola wilayah kerja. Dengan demikian jumlah petani bina menjadi 367 orang, yaitu 282 orang di wilayah Grissik Provinsi Sumatera Selatan dan 85 orang di wilayah South Jambi Provinsi Jambi.  Sampai tahun 2019 ConocoPhillips telah membina lebih dari 560 petani dengan membangun kebun karet seluas 720 ha, memberikan pelatihan untuk 920 petani.  Jumlah desa binaan sebanyak 20 desa, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata tingkat keberhasilan kebun petani di wilayah bina Provinsi Sumatera Selatan sudah mencapai 81% (Gambar 1).


Gambar 1. Foto Kegiatan Pembangunan Kebun Karet dan Pelatihan Petani ConocoPhillips 

Program Bina Karet Rakyat (BIKARA) untuk pengembangan komoditas karet, dilakukan melalui kegiatan:  a) Pelatihan budidaya karet & dinamika kelompok, b) Penyediaan sarana produksi untuk pembangunan kebun karet dan penyadapan, c) Pelatihan penyadapan, pengolahan, dan pemasaran karet serta, d) Monitoring, bimbingan dan pendampingan teknis di lapangan. Melalui program tersebut, selain petani diharapkan mampu membangun kebun karet yang baik yang dapat meningkatkan produktivitas kebun, juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya, sekaligus berdampak terhadap kemajuan tingkat perekonomian di desa.

Dampak langsung yang diharapkan dari penerapan program Bina Karet Rakyat (BIKARA) adalah meningkatnya tingkat adopsi teknologi karet anjuran dari Pusat Penelitian Karet, meliputi beberapa komponen teknologi yaitu: bahan tanam, klon unggul, jarak tanam, lubang tanam, pewiwilan, pengendalian gulma, dan penyadapan.  Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect  bagi petani di sekitar petani binaan. 

Pada penerapannya, program Bina Karet Rakyat (BIKARA) akan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  1. Studi karakterisasi calon petani dan calon lahan 
  2. Pelatihan teknis budidaya karet & dinamika kelompok
  3. Bantuan pembangunan kebun karet untuk petani,  berupa: 
  • bibit karet klon unggul yang dipasok dari Pusat Penelitian Karet Sembawa
  • kawat duri untuk pagar kebun 
  • pupuk, dan herbisida sampai tanaman karet berumur 2 tahun
  • belerang dan papan nama
  1. Menjelang sadap, petani yang kebunnya berhasil akan memperoleh pelatihan penyadapan, serta pengolahan dan pemasaran bokar
  2. Monitoring dan supervisi kebun oleh Puslit Karet Sembawa secara rutin 
  3. Sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap petani yang kebunnya berhasil, setiap tahun akan dilakukan berbagai acara seperti Sadap Perdana, Temu Lapang, dan Sarasehan.
  4. Melakukan studi dampak penerapan program untuk mengidentifikasi dampak teknis, sosial, ekonomi, dan pengembangan wilayah yang  terjadi di lapangan.

Seleksi calon petani dan lahan mengacu pada persyaratan yang lazim digunakan yaitu:

Persyaratan calon petani bina:

  • Petani sudah membuka lahan untuk penanaman karet 
  • Petani menetap di desa atau di lokasi kebun yang akan diusahakan.
  • Petani berumur 17-50 tahun, sudah berkeluarga dan relatif miskin.
  • Tidak sedang bekerja sebagai karyawan tetap, guru, atau pekerjaan lain yang memerlukan curahan tenaga kerja penuh seperti supir, dan buruh. Calon petani bina dengan status PKWT (Pegawai Kurun Waktu Tertentu) dapat diusulkan sebagai petani bina. 
  • Memiliki potensi tenaga kerja keluarga yang dapat membantu kegiatan usahatani, misalnya isteri dan anak.
  • Belum pernah mendapat paket bantuan kebun karet. 

Persyaratan lahan untuk kebun:

  • Lahan tidak masuk wilayah kehutanan atau perusahaan
  • Lahan adalah milik petani yang ditunjukkan dengan bukti kepemilikan lahan berupa sertifikat, Surat Keterangan dari Kepala Desa, atau surat jual beli tanah
  • Lokasi dapat dijangkau, minimal  dengan kendaraan roda 2
  • Lokasi datar sampai agak bergelombang dan tidak tergenang 
  • Maksimum berjarak 2 km dari rumah petani, terletak di jalan utama desa dengan jarak kebun dari jalan utama maksimal 200 m.

 Kelti Sosial Ekonomi Pusat Penelitian Karet