25/09/2022

Penyakit Gugur Daun Pestalotiopsis (PGDP)

Deskripsi dan Gejala

Penyakit gugur daun pestalotiopsis (PGDP)  pertama kali terdeteksi di Indonesia tahun 2016 di wilayah sumatera utara, kemudian menyebar ke Sumatera Selatan akhir tahun 2017 dan terus menjadi outbreak sampai saat ini. Penyakit  gugur daun  ini merupakan penyakit tular udara yang penyebarannya sangat cepat, lebih banyak menyerang daun yang tua, menyerang semua klon dan juga menyerang semua umur tanaman.

Sebaran Penyakit

Data Dirjebun tahun 2019, luas serangan penyakit ini di Indonesia mencapai 382.000 hektar dengan wilayah   Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Babel, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalsel, Kalbar dan  Sulteng.  

Penyebab Penyakit

Penyakit gugur daun ini disebabkan oleh Pestalotiopsis sp (Pseudopestalotiopsis coccos, Pestalotiopsis microspora dan  Neopestalotiopsis cubana ).

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit

Kelembaban nisbi udara dan curah hujan yang tinggi membantu timbul dan berkembangnya PGDP. Kondisi tanaman yang lemah, kekurangan nutrisi, sistem ekploitasi yang berat dan pengendalian penyakit sebelumnya yang tidak tuntas yang menyebabkan penyakit ini semakin parah. 

Arti Ekonomi

Kerugian yang terjadi akibat penyakit ini yaitu turunnya produksi mencapai lebih dari 25 %-30%. Berdasarkan data Pusat Penelitian Karet Sembawa, penurunan produksi pada bulai Mei 2018 sekitar 27 %, bulan Juni turun 45,8% dibanding tahun 2017.  

Pengendalian Penyakit

Pengendalian gugur daun Pestalotiopsis ini sebaiknya  diusahakan melalui beberapa pendekatan, antara lain :

  1. Memelihara tanaman dengan baik. Tanaman di pupuk secara teratur menurut dosis dan ekstra 25 % N dan K.  
  2. Memperhatikan beban penyadapan sesuai dengan kemampuan klon.
  3. Melindungi tanaman dengan fungisida sistemik, cara aplikasi fungisida  bisa dengan cara fogging/pengabutan atau spraying/semprot ke bagian tajuk tanaman. 

(Kelti Proteksi Tanaman, Juni 2020)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.