25/09/2022

TIPS AGAR PENYADAPAN DOUBLE CUT PADA KLON KARET METABOLISME RENDAH LEBIH OPTIMAL

Penyadapan karet menggunakan irisan ganda (double cut/DC) sudah lebih dari 1 dasawarsa diterapkan di perkebunan karet, yaitu sejak dikenalkan sistem sadap berdasarkan perbedaan metabolisme lateksnya, atau dikenal dengan istilah sistem sadap berdasarkan tipologi klon. 

Penyadapan DC dilakukan pada klon yang metabolisme lateksnya tergolong sedang dan rendah, seperti GT 1, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, PR 255, PR 261, PR 300, PR 303, PB 217, PB 330, RRIC 100, RRIC 102, RRIC 110, RRIM 717, IRR 9, AVROS 2037, TM 2, TM 6, TM 8, dan TM 9. Sistem sadap DC diterapkan di panel BI dan H0, umumnya dimulai sejak umur TM ke-11. Penyadapan pada klon tersebut  dilakukan dengan cara mengiris panel kulit pulihan (BI) S/2 dan dikombinasi panel atas (H0) S/4U + etefon.  Penambahan irisan ¼SU + etefon di panel atas (H0) melalui penyadapan DC terbukti dapat mengoptimalkan perolehan produksi ketika panel bawah (BI) melemah. 

Penerapan sistem sadap DC seringkali di luar ekspektasi. Hal yang jelas terlihat adalah konsumsi kulit semenjak disadap DC terkesan semakin boros dan tren produksi menurun.  Padahal, sebenarnya hal  tersebut terjadi akibat kurang disiplin penjagaan mutu  sadap  dan  lemahnya  kontrol   sadap, sehingga mutu sadap jelek. Mutu sadap jelek utamanya ditandai dengan irisan tebal (>2,5 mm/sadap), panjang irisan panel atas (H0) > S/4U dan banyak luka kayu. Dampak jangka panjang yang timbul adalah panel habis sebelum waktunya. Hasil pengamatan di beberapa perkebunan karet  menunjukkan bahwa sekitar 22,2% mutu sadap DC tergolong baik, sedangkan 44,4% tergolong cukup baik, dan 33,3% tergolong jelek.  

Sistem sadap DC sudah memiliki panduan agar perolehan produksinya optimal, yaitu tergambar dalam tataguna panel sebagai berikut:

Idealnya, penyadapan DC dapat berlangsung selama 8 tahun, yaitu sejak TM ke-11 s.d ke-18. Potensi perolehan produktivitas per hektar per tahun  mencapai sekitar 2 ton/ha/th. Mutu sadap yang jelek dan kontrol sadap yang lemah mengakibatkan potensi tersebut tidak dapat dicapai. GPS atau produktivitas individu tanaman (gr/pohon/sadap) pada kondisi demikian biasanya juga sangat rendah, hanya berkisar 30-35 gr/pohon/sadap atau bahkan kurang. Padahal potensi atau idealnya adalah sekitar 50 gr/pohon/sadap.  

Potensi produksi dan umur ekonomi tersebut dapat dicapai jika penyadapan DC dilakukan secara benar, yaitu sebagai berikut:

  1. Penjagaan mutu sadap, terutama konsumsi kulit panel atas (H0).
  2. Evaluasi produksi secara lebih ketat, bahkan dalam satuan GPS.  Apabila GPS kurang dari potensinya, lakukan pengecekan :

Apakah semua pohon tuntas disadap?

Apakah semua panel tuntas disadap (jangan ada sadap pincang)?

Apakah stimulan sudah efektif?

Apakah waktu / durasi menyadap normal? dsb 

  1. Hindari penyadapan DC yang menimbulkan bark island atau cikalan. 

DAFTAR PUSTAKA

Akhmad Rouf, Mudita Oktorina Nugrahani, dan Yoga Bagus Setya Aji. 2020. Penerapan Sistem Sadap Irisan Ganda (Double Cut) Pada Klon Karet Slow Starter  (Studi kasus di beberapa perkebunan karet wilayah Jawa). Pros. Semnas PKM Center UNS. Hal: 194-198. 

Sumarmadji, Akhmad Rouf, Yoga Bagus Setya Aji, dan Titik Widyasari. 2017. Optimalisasi Produksi dan Penekanan Biaya Penyadapan dengan Sistem Sadap Intensitas Rendah. Warta Perkaretan  2017 Vol 36 No 1. Hal: 39-54. 

Sumarmadji, Junaidi, Atminingsih, Kuswanhadi, Akhmad Rouf. 2012. Paket teknologi penyadapan untuk optimasi produksi sesuai tipologi klon. Pros. Konf. Nas. Karet. Yogyakarta, 19-20 September 2012. Pusat Penelitian Karet. Hal: 207-216.

(Akhmad Rouf – Kelti Agronomi / Fisiologi Penyadapan Tanaman Karet)