25/09/2022

Penggunaan Rainguard Sebagai Upaya Antisipasi Fenomena Anomali Iklim LA-NINA Pada Perkebunan Karet

Saat ini terjadi fenomena La-Nina yang menyebabkan meningkatnya curah sebesar 20-40%. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada 27,5 % wilayah di Indonesia termasuk Lampung, Sumsel, Sumbar, sebagian Bengkulu, Riau, Sumut, dan Aceh. Fenomena La-Nina berpotensi menyebabkan penurunan produksi karet. Penurunan produksi ini dapat terjadi karena peluang hujan pada pagi hari yang lebih tinggi pada saat terjadinya fenomena La-Nina mengganggu kegiatan penyadapan tanaman karet. 

Pengaruh hujan terhadap produksi karet di Pusat Penelitian Karet Sembawa disajikan pada Tabel 1. La Nina berakibat pada turunnya jumlah hari sadap selama satu tahun. Pada tahun 2009 (tahun normal), jumlah hari sadap di Pusat Penelitian Karet Sembawa yang hilang karena hujan hanya 7 hari sadap, sedangkan pada tahun 2010 (La Nina) meningkat hingga mencapai 16 hari sadap. Peningkatan hari sadap yang hilang karena hujan yang tinggi pada Januari-Maret serta periode September-Desember 2010. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2010 curah hujan telah mengurangi hari sadap di KP Balit Sembawa sebanyak 9 hari. 

Tabel 1. Pengaruh curah hujan terhadap hari sadap

Bulan

TAHUN 2009 (Normal)

Tahun 2010 (La Nina)

Produk-

tivitas (Kg/Ha)

Jumlah Hari Tidak Disadap

Jumlah Hari Sadap

Produk-

tivitas 

(Kg/Ha)

Jumlah Hari Tidak Disadap

Jumlah Hari Sadap

Karena Hujan

Karena Libur

Karena 

Hujan

Karena Libur

Jan

157

1

2

28

252

3

2

26

Feb

197

 

1

27

189

4

1

23

Mar

188

1

1

29

257

3

1

27

Apr

226

 

2

28

304

 

1

29

May

204

1

2

28

282

 

1

30

Jun

160

 

1

29

254

 

1

29

Jul

135

 

2

29

265

 

2

29

Aug

87

1

3

27

170

 

2

29

Sep

74

 

6

24

110

1

6

23

Oct

100

 

1

30

148

1

1

29

Nov

124

2

2

26

159

1

2

27

Des

192

1

1

29

196

3

1

27

 

               

Total

1,844

7

24

334

2,586

16

21

328

Untuk mengantisipasi fenomena La-Nina pada perkebunan karet, dapat diaplikasikan teknologi rainguard. Hilangnya hari sadap dan keterlambatan waktu penyadapan karena hujan dapat diatasi dengan teknologi rainguard. Di India pada tahun normal, 25 hingga 40 hari sadap dapat diselamatkan dengan penggunaan rainguard.

Rainguard tersebut berfungsi untuk membelokkan  aliran air hujan yang mengalir melalui batang, sehingga tidak masuk ke mangkuk sadap dan menjaga bidang sadap tetap dalam keadaan kering. Dengan alat tersebut, air hujan yang jatuh ke dalam mangkok sadap jauh berkurang. Pengukuran volume air yang masuk pada mangkok sadap menunjukkan bahwa dengan aplikasi rainguard, air yang masuk ke dalam mangkok sadap hanya 20% saja sehingga tercucinya lateks oleh air hujan yang masuk ke mangkok sadap menjadi lebih kecil.

(Andi Nur Cahyo – Kelti Agronomi)

Penggunaan Rainguar
Penggunaan Rainguard